High Definition MakeUp ?

Gliserin


Gliserin mempunyai peran hampir di setiap industri. Penggunaan terbesar dari gliserin adalah pada industri resin alkid, dimana ± 35.000 ton/tahun. Industri kertas, dimana gliserin berfungsi sebagai bahan pelunak adalah pengguna terbesar berikutnya, yaitu 25.000 ton/tahun. Industri nitrogliserin sebesar 7.500 ton/tahun, tetapi pemasarannya berkurang 25 tahun terakhir, dengan digantikannya nitrogliserin oleh bahan peledak yang lebih murah. Berikut ini perkiraan penggunaan gliserin :
No
Kegunaan
Persentase (%)
1
 Alkid
25 %
2
 Tembakau
13 %
3
 Peledak
5 %
4
 Kertas
17 %
5
 Obat-obatan dan kebutuhan kamar mandi termasuk
 pasta gigi
16 %
6
 Monogliserida dan makanan
7 %
7
 Urethan foams
3 %
8
 Lain-lain
14 %

1. Makanan dan minuman
Gliserin mudah dicerna dan tidak beracun dan bermetabolisme bersama karbohidrat, meskipun berada dalam bentuk kombinasi pada sayuran dan lemak binatang. Untuk produk makanan dan pembungkus makanan yang kontak langsung dengan konsumen, tidak beracun adalah syarat utama. Gliserin, sejak 1959 diakui sebagai satu diantara bahan yang aman oleh Food and Drug Administration.
Kegunaan sebagai :
1. Pelarut untuk pemberian rasa (seperti vanilla) dan pewarnaan makanan.
2. Agen pengental dalam sirup
3. Pengisi dalam produk makanan rendah lemak (biskuit)
4. Pencegah kristalisasi gula pada permen dan es.
5. Medium transfer panas pada kontak langsung dengan makanan saat pendinginan cepat
6. Pelumas pada mesin yang digunakan untuk pengolahan dan pengemasan makanan
Pada tahun-tahun terakhir, poligliserol dan poligliserol ester meningkat penggunaannya dalam makanan, khususnya mentega dan lemak.
2. Obat-obatan dan kosmetik
1. Pada obat-obatan dan kedokteran gliserin adalah bahan dalam larutan alkohol dan obat penyakit
2. Gliserit pada kanji digunakan dalam selai dan obat salep
3. Obat batuk dan obat bius, seperti larutan gliserin-fenol
4. Pengobatan telinga dan media pembiakan bakteri
5. Turunannya digunakan sebagai obat penenang
6. Krim dan lotion untuk menjaga kehalusan dan kelembutan kulit
7. Bahan dasar pembentukan pasta gigi, sehingga diperoleh kehalusan, viskositas dan kilauan yang diinginkan
3. Tembakau
1. Pada pengolahan tembakau, gliserin adalah bagian penting dari larutan yang disemprotkan pada tembakau sebelum daunnya dihaluskan dan dikemas.
2. Dengan pewarna, digunakan 3 % berat tembakau untuk mencegah daun menjadi rapuh dan hancur selama pengolahan
3. Pengolahan tembakau kunyah untuk menambah rasa manis dan mencegah pengeringan
4. Bahan pelunak pada kertas rokok
4. Bahan Pembungkus dan Pengemas
Pembungkus daging, jenis khusus kertas, seperti glassine dan greasproof memerlukan bahan pelunak untuk memberi kelenturan dan kekerasan
5. Pelumas
1. Gliserin dapat digunakan sebagai pelumas jika minyak tidak ada. Ini disarankan untuk kompresor oksigen karena lebih tahan terhadap oksidasi daripada minyak mineral.
2. Pelumas pompa dan bantalan fluida seperti bensin dan benzen
3. Pada industri makanan, farmasi dan kosmetik, gliserin digunakan sebagai pengganti minyak.
4. Textile oils dalam operasi penenunan dan perajutan pada industri tekstil.
6. Lain-lain
Campuran semen, sabun, detergen, aspal, keramik, pengolahan kayu dan kulit, emulsifier, jangka, komponen patri.